[Oneshoot] It’s Okay It’s You

 

Cho Kyuhyun. Pria yang sudah memasuki usia kepala tiga. Dia juga tahu kini banyak hal yang harus dihadapinya dengan serius. Tidak ada waktu untuk bermain-main lagi. Terlebih lagi pria itu sudah memantapkan niatnya untuk melamar kekasih hatinya.

Cho Kyuhyun tahu bahwa ia bukan pria yang romantis. Namun bukan berarti dia termasuk pria yang tidak peduli dengan pasangannya. Malah bisa dibilang, ia termasuk pria yang overprotective dan itu membuat Park Yongna, kekasihnya, jengkel setengah mati. 

Park Yongna tidak menyukai bila Kyuhyun terus menerornya dengan pesan singkat yang berisi, ‘Kau dimana? Dengan siapa? Kapan pulang? Apa kau sudah makan? Jangan tidur terlalu malam!’. Mungkin perempuan diluar sana menyukai bila kekasih mereka memperhatikan mereka seperti yang Kyuhyun lakukan. Tapi bagi Yongna itu merepotkan untuk membalas pesan Kyuhyun yang datang setiap jam.

“Jangan mengirimiku pesan terlalu sering, Kyu,” kata Yongna pada Kyuhyun ketika pria itu menelpon nya siang itu. “Tidak apa bila kau mengirimiku pesan dua atau tiga kali sehari tapi tidak tiga puluh pesan sehari. Apa kau tidak ada kerjaan lain?”

Kyuhyun tersenyum. Sebenarnya Kyuhyun tahu perempuan itu tidak suka tapi apa dayanya dia tidak bisa untuk tidak mengiriminya pesan. Bahkan jika perlu dia ingin perempuan itu ada dalam jarak pandangnya setiap detik.

“Kita bukan remaja abg yang baru kemarin pacaran. Jadi sebaiknya tahan dirimu. Apa kau tidak sibuk? Kalau tidak sibuk, minta Donghae Oppa untuk memberimu pekerjaan lain. Atau kau bisa membantu Sungmin Oppa dengan toko barunya. Berhenti merecokiki terus menerus,” omel Yongna yang terdengar kesal.

Ketika Yongna sudah mulai mengomel, Kyuhyun tahu ia harus mengubah topik pembicaraan. “Aku akan menjemputmu sore ini, jadi tunggu aku.”

Kyuhyun memutuskan sambungan telponnya dan menaruh ponselnya kembali ke dalam sakunya.

Yongna merapikan meja kerjanya sebelum menyambar mantel dan tasnya. Jam kerjanya sudah berakhir. Dia berpamitan dengan teman kerja dan berjalan keluar gedung. Sesuai dengan perintah Kyuhyun, dia menunggu pria itu datang menjemputnya.

Ini sudah tahun ke-8 nya sejak dia bertemu dan jatuh cinta pada pria itu. Cho Kyuhyun tidak memiliki tipe postur tubuh yang digilai oleh banyak perempuan sekarang. Pria itu tidak memiliki abs malah postur tubuhnya berisi. Namun hal itu tidak menganggu Yongna. Apapun bentuknya, asalkan itu Cho Kyuhyun semuanya akan baik-baik saja.

Walaupun, ia sering mengeluh bagaimana Kyuhyun yang selalu mengiriminya pesan tanpa henti setiap harinya namun hatinya berkata lain. Ia menyukai apapun hal yang berkaitan dengan pria itu. Semuanya. Rasa cintanya, rasa sukanya tidak bisa digambarkan, tidak bisa diukur dengan alat ukur apapun. Hanya dengan melihatnya setiap hari sudah membuat hatinya tenang.

Senyumnya mengembang ketika melihat pria itu muncul di sudut jalan. Ia menunggu hingga Cho Kyuhyun berdiri didepannya. Menerima uluran tangan pria itu dan membiarkan tangannya tidak terlihat lagi didalam genggaman tangan besar pria itu.

“Kemana mobilmu?”

“Aku sengaja tidak memakai mobil hari ini,” jawab Kyuhyun santai.

Yongna menatap Kyuhyun curiga. Ada sesuatu hal yang pria ini sembunyikan. Kyuhyun tidak pernah berpisah dengan mobilnya sehari pun. Bisa dibilang dia mencintai mobilnya selain psp.

Setelah bertanya Yongna tidak mengeluarkan suara. Hanya menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya. Sudah bulan februari tetapi angin musim dingin tidak berubah. Masih sangat dingin. Tanpa disadari, matahari hampir terbenam. Dan ia tidak menyadari Kyuhyun membawanya ke sungai Han.

“Kau ingat ini tempat pertama kali kita bertemu. Delapan tahun yang lalu.”

Yongna memandang Kyuhyun yang menatap lurus sungai han dihadapannya. Mengenang masa lalu, huh?

Yongna mengangguk. “Ya. Kau masih sangat culun saat itu.”

“Aku tidak pernah percaya pada ‘love at the first sight’ tapi setelah melihatmu duduk melamun disini aku baru percaya ternyata hal itu benar-benar bisa terjadi. Walaupun saat itu kau tidak menyukaiku dan menganggapku sebagai pengganggu m, aku tetap mengikutimu.”

Yongna tersenyum ketika mengingat hari itu. Saat itu dia dalam keadaan buruk. Tidak ada yang berjalan sesuai rencananya sehingga dia memutuskan untuk menenangkan diri di sungai han. Menangis dan merenungkan nasibnya. Lalu, tiba-tiba seorang anak laki-laki menyodorkan sapu tangannya dan bersikap seolah-olah mereka adalah teman lama. Ia yang bukan orang yang terbuka merasa kehadiran laki-laki itu mengganggu acara lamunannya.

Yongna hampir saja mendapat serangan jantung saat laki-laki yang kelihatan beberapa tahun lebih tua darinya itu mengatakan, ‘Namaku Cho Kyuhyun. Aku menyukaimu, mari berkencan!’ dengan rasa percaya diri. Ia hanya bisa menatap Kyuhyun muda itu tidak percaya. Tentu saja ia menolaknya dan berpikir mungkin laki-laki asing itu sudah gila.

Namun sejak saat itu juga, laki-laki gila itu terus mengikutinya setiap hari. Membawakannya bunga dan cokelat. Menulis surat untuknya. Bahkan mengantarnya pulang tentunya dengan paksaan. Hatinya mulai luluh setelah tiga bulan kemudian. Tidak mudah untuk mempercayai orang asing yang datang tiba-tiba namun ia juga mulai belajar untuk menerima Kyuhyun di kehidupannya.

“Hey, apa yang kau pikirkan!”

Sentakan ditangannya, membuat Yongna sadar dia melamun. Ia melihat Cho Kyuhyun memandang nya.

“Hmm?”

“Kau tidak mendengarkan apa yang ku katakan tadi?” tanya Kyuhyun. Yongna menggelengkan kepalanya. Dia terlalu asyik memikirkan masa lalu.

“Memangnya apa yang kau katakan?”

“Wuaah, aku tidak bisa lagi mengulangnya. Kau tidak tahu betapa susahnya aku mencari kata-kata yang tepat untuk itu.” Pria itu menunjukkan wajah terlukanya.

Yongna merasa bersalah, sedikit. “Kau hanya perlu mengatakan apa yang sudah kau katakan. Apa susahnya?”

“Tapi itu tidak semudah yang kau pikirkan. Kalau melamar seseorang itu mudah, mungkin aku sudah melamar puluhan gadis.”

“Kau… Apa??” Yongna menatap Kyuhyun terkejut. Pria itu baru saja melamarnya.

“Menikalah denganku. Itu pernyataan bukan pertanyaan jadi aku tidak perlu jawaban karena mau tidak mau, sekarang atau nanti, kau harus menikah denganku. Kau harus menerima bahwa seumur hidupmu kau akan hidup bersamaku. Hanya melihatku karena kalau sampai kau melihat pria lain, aku tidak membiarkan pria itu hidup dengan tenang. Jadi bersiaplah menjadi Mrs.Cho seumur hidupmu.”

Belum sempat Yongna mengutarakan  keluhannya, Cho Kyuhyun meraih tengkuknya hingga dengan sekali tarikan bibirnya bertemu dengan bibir pria itu. Tiba-tiba Yongna merasa ia akan baik-baik saja selama pria itu disampingnya. Bahkan untuk seumur hidupnya.

“Happy Birthday Cho Kyuhyun.”
-end-

17.02.03

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s