[Drabble] Maybe Someday

Kyuhyun memang bukanlah satu satunya pria tampan yang pernah kulihat selama hidupku. Dia juga tidak mempunyai kepribadian yang baik tetapi dia kesukaanku. Dia senang memarahiku namun setelah itu dia akan memelukku hingga aku memaafkannya. Selain itu, dia cinta mati kepada game consolenya, sampai-sampai dia bisa tidak mengacuhkanku seharian.
Hari ini hari pernikahan kakak perempuannya. Cho Ahra. Aku sangat terharu hingga rasanya aku ingin menangis. Mungkin Kyuhyun tidak akan melamarku seperti yang dilakukan oleh suami Ahra Unni.
Lihat! Bahkan dihari yang bersejarah untuk keluarganya dia masih asik dengan PSPnya. Jadilah disinilah aku berakhir, aku berubah menjadi hair stylisnya dan sekaligus pembantunya. Menyetrikakan kemeja dan jasnya serta memakaikan dasinya padahal dia sendiri mempunyai dua tangan. Plus aku belum sah menjadi istrinya, demi apa.
“Apa kau tidak ingin menangis?” tanyaku saat Ahra Unni sudah berjalan ke altar bersama Ayahnya.
“Aku ini pria. Pria tidak akan menangis,” jawabnya.

Cih, padahal dia menangis saat kakaknya akan berangkat untuk bersekolah di Australia dulu.
Kyuhyun lebih dekat dengan kakak perempuanya itu dibanding dengan Ibunya. Sampai-sampai Ahra Unni selalu memanggilnya dengan ‘anakku’.

“Sudahlah, menangis saja. Aku akan meminjamkan bahuku. Gratis.”
Kyu tersenyum dan malah merangkul bahuku dengan lengannya yang panjang, meletakkan dugunya diatas kepalaku.
“Mungkin Jungsoo-hyung juga akan merasakan apa yang ku rasakan ketika aku menikah denganmu nanti.”

Kkeut.

Sunday Morning. 29 maret 15.
Momdad’s room.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s