He ( 그 오빠 )

Dia melambaikan tangannya kearahku. Wajahnya selalu tersenyum tiap kali dia melihatku. Jangan salah paham dia sedang tidak menyukaiku. Dia hanya mengangapku sebagai adiknya yang lucu. Mungkin selamanya hanya akan seperti itu.

Tubuhnya tinggi. Kulitnya putih bersih dan matanya -walaupun dia pergi ke sebuah rumah sakit untuk membuat double eye-lid- aku menyukainya. Dia tidak hanya sekedar ‘Oppa’ bagiku. Dia segalanya.

Dia akan menjemputku seusai kuliah terakhirku selesai. Dia akan mengajakku makan ketika jam istirahat datang. Dia akan menemaniku, menghiburku, dan menyemangatiku saat hatiku sedih. Layaknya seorang kakak laki-laki. Dan aku tidak tahu mengapa orang-orang menganggap kami sebagai sepasang kekasih.

Hingga suatu hari, Ayahku memutuskan untuk menjodohkanku dengan seorang anak pengusaha terkenal. Aku ingin menolaknya. Aku tidak ingin menghabiskan sisa hidupku dengan orang asing yang sama sekali tidak ku kenal.

Lalu dia datang menemui Ayahku. Aku tidak tahu apa yang dibicarakannya dengan Ayah karena mereka berada didalam ruang kerja Ayah. Beberapa jam kemudian mereka berdua keluar dari ruang itu.

Dia datang mendekat ke arahku. Dia menarikku masuk ke dalam pelukannya dan berkata, ‘Tidak apa-apa, mulai sekarang aku yang akan melindungimu.’

Awalnya aku tidak tahu apa yang dia maksud, namun aku tahu ketika dia datang sebulan kemudian dengan membawa orang tuanya. Melamarku.

Gdln, unhas, makassar
24 Maret 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s