[Fanfic] When Donghae Miss Him

Lee Donghae memandang ke jendela kamarnya. Dilihatnya beberapa anak kecil sedang bermain salju di luar. Mereka berlomba membuat sebuah benteng dan berakhir dengan saling melempar bola salju. Senyuman tipis muncul di wajahnya. Tapi senyuman itu hanya bertahan sebentar. Ada sebuah rasa sedih menyelinap masuk kedalam hatinya dan membuat dadanya sesak. Donghae tidak bisa menjelaskan bagaimana persisnya rasa sedihnya itu.

“Lee Donghae! Temani aku ke Game Store sekarang.”

Donghae berbalik dan melihat Cho Kyuhyun sedang berdiri di ambang pintu. Lengkap dengan pakaian musim dinginnya.

“Panggil aku Hyung! Aku lebih tua darimu,”seru Donghae. Namun Kyuhyun tidak menghiraukannya.

“Cepatlah. Aku tunggu di luar.”

Donghae mendengus kesal. Kyuhyun selalu bisa melakukan apapun yang diinginkannya. Tapi anehnya Donghae juga selalu menuruti permintaan Kyuhyun. Donghae mengambil jaketnya dan bergegas menyusul Kyuhyun.

Donghae mengekori Kyuhyun berjalan ke halte dan menunggu bus. Sebenarnya mereka punya mobil yang tidak terpakai di rumah. Tetapi Kyuhyun dan Donghae sama-sama buruknya dalam hal mengendarai mobil. Biasanya Leeteuk yang sering memakainya.

Saat mereka telah sampai di Game Shop, Kyuhyun bergegas masuk dan meninggalkan Donghae yang berjalan kecil di belakangnya.

Donghae mendorong pintu kaca itu dan berjalan melihat-lihat beberada cd game yang di pajang di sepanjang rak tinggi. Kyuhyun sudah terlihat asyik memilih cd game yang diinginkannya, sementara Donghae menyusuri setiap sudut di toko itu.

“Ayah bisa kah aku memilikinya?”

Donghae menoleh ke samping. Donghae melihat  seorang anak kecil itu memegang sebuah cd game di tangannya dan memperlihatkannya pada Ayahnya. Ayah anak itu tersenyum dan mengangguk. Si anak pun terlihat senang.

Donghae merasakannya lagi. Dadanya sesak dan matanya terasa panas. Ayah dan anak itu berjalan melewati Donghae menuju kasir. Donghae menatap mereka dengan tatapan rindu.

“Lee Donghae! Ayo kita pulang!”

Donghae kembali terlonjak dan terkejut. Kyuhyun muncul di sela rak tinggi dengan memegang beberapa cd game ditangannya.

“Ckck. Dasar,”Donghae mencibir.

Kyuhyun selalu muncul disaat air matanya hampir tumpah.

Cho Kyuhyun tahu Lee Donghae adalah orang yang paling merindukan ayahnya. Bahkan menurut Kyuhyun tidak ada orang lain yang bisa mengalahkan rasa rindu Donghae pada Ayahnya.

Kyuhyun hanya pura-pura buta saat melihat Donghae memandang keluar jendela kamarnya dengan tatapan senang bercampur sedih. Dia tahu Hyungnya itu sedang mengenang Ayahnya lagi. Kesekian kalinya. Namun Kyuhyun hanya bisa mengalihkan perhatian Donghae dengan selalu berada di dekatnya saat Donghae mulai menyendiri.

“Lee Donghae! Ayo kita pulang!” Kyuhyun nyaris berteriak saat melihat Donghae tengah menatap sepasang Ayah-anak yang sedang memilih cd game. Kyuhyun tahu. Dia selalu tahu bahwa hal sekecil apapun selalu membuat Donghae kembali mengenang Ayahnya.

Sebenarnya Kyuhyun belum ingin pulang. Namun ia tidak mau Donghae tersiksa melihat pemandangan itu.

“Lee Donghae! Lee Donghae! LEE DONGHAE!”

Donghae menghela napas panjang saat mendengar suara Kyuhyun lagi. Dia tidak tahu mengapa hari ini Kyuhyun senang sekali memanggil namanya. Dia bisa saja memanggil Lee Hyukjae atau siapapun. Ia merasa bukan satu-satunya orang yang tinggal didalam apartemen ini.

Kyuhyun menghambur masuk ke dalam kamar Donghae. Di tangannya dia memegang sebuah kertas dan sebuah pulpen.

“Ada apa?”

Tanpa menjawab pertanyaan Donghae, Kyuhyun menarik tangan Donghae dan menyuruhnya duduk di sebuah kursi didepan meja komputernya. Dihadapan Donghae, Kyuhyun meletakkan kertas dan pulpen yang dibawanya.

“Apa ini?”

“Tulis.”

“Tulis apa?”

Kyuhyun menarik napas dan membuangnya lewat hidung. “Tuliskan semua apa yang ingin kau katakan pada ayahmu, semuanya dan tidak ada terkecuali. Tuliskan semua perasaanmu. Tuliskan semua apa yang ingin tuliskan dan seteleh kau menulisnya, aku berharap kau bisa kembali normal.”

“Maksudku, kau boleh merindukannya. Tapi kau tidak boleh terlalu merindukannya. Kau memiliki hidup yang masih panjang daripada harus selalu meratapi kepergian Ayahmu. Kau masih harus melanjutkan hidupmu. Belajar, mencari pacar, menikah dan mempunyai anak. Ayahmu akan sedih melihatmu seperti ini terus. Setelah semuanya kau baru boleh menemui Ayahmu disurga.”

“Setelah kau menuliskan semuanya, berikan kembali kertas ini padaku. Aku akan mengirimkannya pada Ayahmu di surga sehingga dia tidak perlu khawatir anaknya akan membusuk karena terlalu merindukannya.”Kyuhyun lantas meninggalkan Donghae sendirian setelah selesai dengan pidatonya.

Kata-kata Kyuhyun itu agak sedikit menyakitkan. Tapi Donghae tidak merasa tersinggung, dia mulai meraih pulpen itu. Kali ini air matanya sudah mengalir deras seperti sungai, namun tangannya tetap menuliskan semua isi hatinya.

end.

Advertisements

9 thoughts on “[Fanfic] When Donghae Miss Him

  1. shinhyo says:

    boleh syedih ga ? T^T
    kirain Donghae kangen ama siapa gitu, aku (?) gak taunya sama Ayahke~
    Kyuhyun sok bijak bets sih, sok mau nyampein surat ke surga~ emang nyampe ?
    kan beda pintu. Kyu cuma bisa sampe depan pintu surga, gak boleh masuk. beda dunia (?) (T^T)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s