[Fanfic] JoonJoo’s Mate : How Can I ?

poster11

 

Author : Namu ( @oncemelody )

Cast : Kim Joonmyeon & Seo Injoo

Genre : Romance (?)

Lenght : 1111words

Recommended Song : Go Ara – Start

A/N : Sorry for update so late:) and sorry if u don’t get the feeling of this story :’)

Please read Injoo Seo’s Profile first before you read this fanfic.

Happy Reading :D

Tidak ada yang menarik. Injoo menjalani hari-harinya sama seperti sebelumnya. Tanpa Joonmyun. Setidaknya dia masih bernafas tanpa Joonmyun.

Sudah hampir dua bulan dirinya dan Joonmyun tidak pernah bertemu. Bukan karena Joonmyun yang tidak peduli lagi padanya, tetapi Injoo sendiri yang menghindari segala sesuatu yang bersangkutan dengan Joonmyun.

Bulan lalu dirinya disibukkan dengan tugas akhir dan ujian final yang menyedot semua tenaga dan pikirannya. Ibunya bahkan memaksanya makan banyak karena melihat tubuhnya sudah kurus kering karena jarang makan jika sudah mengerjakan tugas. Dan bulan ini akhirnya dia bebas.

Tentunya masih banyak yang harus dilakukannya, tapi ia memilih beristirahat dulu. Ia memasukkan kembali kertas-kertas yang berserakan diatas tempat tidurnya kedalam map dan melihat jam. Sudah malam.

Injoo memutuskan untuk bangun dari tempat tidurnya dan keluar dari kamarnya. Tidak ada siapapun dirumah, kecuali dia tentunya. Ayah dan Ibunya memutuskan untuk menghabiskan liburan mereka di Busan bersama kakek dan nenek. Dan Eunkwang sibuk dengan dunianya sendiri. Gadis itu memutuskan untuk menyiapkan makanan kecil untuknya setelah itu dia berbaring malas di depan televisi.

Tiba-tiba ponselnya bergetar. Ada pesan masuk. Kim Joonmyun.

Injoo merasakan jari-jarinya gemetar saat menekan tombol di ponselnya dan membaca pesan Joonmyun.

 

‘Ada waktu? Mau berjalan-jalan?’

Ia menghela nafas. Bukan pertama kalinya sejak mereka berpisah, Joonmyun meminta untuk bertemu. Injoo sudah berkali-kali mencoba menghindar. Ponselnya bergetar kembali.

 

‘Cepatlah, disini dingin sekali. Paling tidak biarkan aku masuk selagi menunggumu berpikir.’

Tanpa Injoo tahu sebabnya, jantungnya berdetak kencang. Nyaris berlari, ia berjalan untuk membuka pintu apartemen. Kim Joonmyun berdiri disana dengan senyuman yang selalu Injoo sukai.

Oraenmanieyo,” sapa Joonmyun sambil mengangkat tangannya.

Tanpa mengatakan apapun Injoo bergeser agak kesamping dan membiarkan Joonmyun masuk. Ia berjalan mengikuti Joonmyun dari belakang.

“Jadi bagaimana? Mau atau tidak?” tanya Joonmyun berbalik dan menatap Injoo.

Dengan kaku, Injoo menganggukkan kepalanya. “Beri aku waktu 15 menit.”

“Santai saja.”

Injoo bergegas masuk kembali ke dalam kamarnya dan berganti pakaian. Ia membuka lemarinya, mencari baju yang cocok. Untuk sesaat Injoo merasa seperti dirinya akan pergi berkencan saja.

Ini bukan kencan, Seo Injoo.

Injoo menggeleng dan memutuskan untuk berpakaian seperti biasa. Kaos polos dan celana panjang jeans. Dan tidak lupa dia membawa jaket. Desember mengubah udara menjadi sangat dingin dan membuat hatinya ikut membeku.

***

“Mau kemana?” tanya Injoo pelan.

Kini mereka berdua tengah berjalan keluar dari gedung apartemen keluarga Seo menuju mobil yang di parkir Joonmyun tidak jauh dari sana.

“Jalan-jalan,” jawab Joonmyun pendek sambil tersenyum pada Injoo.

Setelah mendapatkan jawaban, Injoo menjadi lebih diam. Dia sama sekali tidak mengeluarkan suara selama berada di dalam mobil.

“Bagaimana kabarmu?”

Joonmyun melirik ke arah Injoo yang sedang asyik melihat ke arah jendela. Ia hanya ingin membuka percakapan dan mendengar suara gadis disampingnya ini. Jujur saja, Joonmyun merindukannya. Walaupun Joonmyun selalu mengatakan dia tidak merindukan Injoo pada Baekhyun, tapi hatinya berkata lain.

“Aku hidup dengan baik,” jawab gadis itu datar. Ia sama sekali tidak berniat mengalihkan pandangannya dari jendela. “Kau juga sepertinya begitu.”

“Seharusnya memang begitu, tapi kenyataannya tidak,” sahut Joonmyun lirih.

“Kenapa tidak?” Injoo mengalihkan pandangannya kali ini. Gadis itu menatap wajah Joonmyun yang perlahan mengeras dari samping.

“Apa kau masih bisa bertanya kenapa, jika kau sendiri tahu jawabannya?”

 Injoo diam dan kembali mengalihkan pandangannya dari Joonmyun. “Maaf.”

Joonmyun merasa terluka. Gadis itu tiba-tiba datang padanya dan meminta putus tanpa alasan yang jelas. Namun anehnya, Joonmyun tidak bisa membencinya. Malah semakin hari dia ingin melihat gadis itu dan merindukannya.

***

Selagi Joonmyun mencari lahan parkir, Injoo melihat ke luar jendela mobil dan merasa tidak asing lagi dengan tempat itu.

“Oppa…” Injoo memutar kepalanya dan menatap Joonmyun.

“Bukankah aku sudah pernah berjanji akan membawamu kesini lagi. Ayo,” kata Joonmyun tersenyum.

Ternyata Joonmyun benar-benar menepati janjinya. Arena ice skating di Grand Hyatt malam itu ramai oleh pengunjung. Pemandangan malam hari itu membuat hati Injoo senang. Sebuah senyuman di wajah Injoo tidak bisa pudar saat kakinya telah menginjak arena ice skatting.

“Tapi… aku tidak tahu bermain ice skatting,” keluh Injoo cemas saat selesai memakai semua perlengkapannya. Ini pertama kali dalam hidupnya bermain ice skatting. Joonmyun tersenyum.

“Tidak perlu khawatir aku bisa mengajarimu,” ujar Joonmyun lalu menepuk kepala Injoo pelan. Injoo mengangguk senang dan mulai mencoba menggerakkan kakinya diatas es yang licin.

Dengan sabar ( emang suho selalu sabar :3 dibully) Joonmyun mengajari Injoo. Namun sayangnya, Injoo payah dalam segala hal. Bermain sepatu roda saja tidak bisa, bagaimana dengan skating. -_-

Mereka tidak menyadari bahwa malam sudah semakin larut dan tubuh masing-masing sudah hampir membeku. Untuk kesekian kalinya Injoo terjatuh. Ia meringis dan dibantu oleh Joonmyun untuk berdiri kembali.

“Sudahlah, aku tidak berniat bermain ice skatting lagi,” tukas Injoo kesal.

“Kau pasti bisa,” ucap Joonmyun memberi semangat.

“Aku lelah, Oppa,” rengek Injoo layaknya anak kecil yang dipaksa belajar.

“Kalau begitu kita beristirahat saja,” ajak Joonmyun, menggandeng lengan Injoo yang kewalahan berdiri untuk keluar dari arena ice skatting.

***

Joonmyun memakirkan mobilnya dan memutuskan untuk berlajan-jalan tidak jauh dari apartemen Injoo. Ia masih memakai masker dan hoodienya. Berjaga-jaga jika ada yang mengenalinya. Tapi tidak banyak orang yang berkeliaran tengah malam seperti ini.

“Apa yang akan kau lakukan besok?” tanya Joonmyun.

“Entahlah. Belum terpikirkan,” jawab Injoo seadanya.

“Kami akan ke China besok.”

“Benarkah? Kalian pasti sangat sibuk menjelang tahun baru,” sahut Injoo.

“Ya, begitulah.”

Mereka berdua pun membisu. Tidak lama kemudian mereka juga telah sampai didepan gedung apartemen Injoo.

Injoo berbalik menghadap Joonmyun dan memberikan senyumannya yang tulus. “Terima kasih hari ini.”

Joonmyun hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun. Ia juga sedang gembira malam ini. Disisi lain Joonmyun merasa sedih. Gadis ini jelas-jelas sedang menghindarinya belakangan ini. Joonmyun hanya ingin tahu apa yang salah darinya hingga Injoo merasa terganggu dan menjauhinya.

Karena tidak bisa menahannya lagi, Joonmyun menarik bahu gadis itu dan memeluknya. Ia bisa merasakan ketengangan di tubuh Injoo, namun perlahan ketegangan itu memudar berganti dengan rasa hangat yang mulai menjalari tubuhnya.

Bogoshipda,” kata Joonmyun pelan. “Dua bulan aku tidak melihatmu, tetapi rasanya sudah seperti bertahun-tahun. Aku merindukanmu hingga aku tidak bisa lagi berpikir apa yang harus kulakukan.”

Injoo tidak mampu berkata apapun. Ia hanya membiarkan lelaki itu terus berbicara. Ia sendiri pun semakin merasa bersalah padanya.

“Baekhyun menyuruhku untuk melupakanmu, aku mencobanya…. Tapi bagaimana aku bisa melupakanmu. Jika dihatiku masih ada dirimu. Walaupun aku tidak tahu dimana letak kesalahanku, tolong maafkan aku,” kata Joonmyun dan melepaskan pelukannya.

“Masuklah. Tidak usah kau pikirkan apa yang baru saja ku katakan,” tukas Joonmyun sambil merapatkan jaket gadis itu. Lalu ia bergegas berbalik dan berjalan menjauh.

“Joonmyun Oppa!” Kim Joonmyun menghentikan langkahnya dan berbalik saat mendengar Injoo memanggil namanya. Gadis itu berjalan ke arahnya kemudian menarik kerah jaketnya. Joonmyun hampir tidak percaya, saat gadis itu baru saja memberinya sebuah ciuman tepat dibibirnya.

Saranghanda,” ucap Injoo dan segera berlari masuk kedalam gedung apartemennya. Meninggalkan Joonmyun sendirian yang mungkin tidak bisa berhenti tersenyum malam itu.

-Kkeut-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s