Sing For You

Sing For You

Author : Namu ( @Oncemelody )

Casts : Kim Sunggyu and Me

Genre : Fluff

Category : Drabble (?)

Lenght : 617 Words

A/N : Saya menulis ini sambil mendengarkan lagu Mom by Infinite sepenuhnya. Dengar suara Sunggyu di lagu itu membuat saya ingin membuat fanfic tentang dia. Dan ini fanfic pertama saya dengan memakai cast Sunggyu.

Typo bertebaran dan Happy Reading 🙂

^

^

Sunggyu kembali bernyanyi.

Dia dapat bernyanyi sepuas hatinya. Dia memiliki suara yang indah dan karena itu aku pun menyukainya. Menyukai suaranya tepatnya.

Jika ingin ku bandingkan Sunggyu dengan semua lelaki yang pernah menjadi pacarku, dia berada jauh dari mereka. Sunggyu tidak pandai bermain basket seperti Sungyeol. Sunggyu tidak mempunyai wajah setampan Myungsoo. Sunggyu tidak pandai memainkan gitar ataupun drum seperti Chanyeol. Dan Sunggyu tidak memiliki mata yang bulat seperti Kyungsoo.

Tapi Sunggyu hanya perlu menyanyikan sebuah lagu untukku dan membuatku jatuh cinta padanya. Dia tidak perlu pandai bermain basket, tidak perlu memiliki wajah yang indah, tidak perlu pandai memainkan alat music, ataupun melakukan operasi untuk membuat matanya terlihat besar.

Dia hanya perlu bernyanyi untukku dan aku tidak akan pernah pergi meninggalkannya.

“Apa kau menyukainya?” tanyanya padaku ketika dia telah menyelesaikan nyanyiannya.

Tentu saja aku mengangguk. Rasanya telingaku tidak akan bosan mendengarnya terus bernyanyi.

“Baiklah, jika kau menyukainya, aku akan menyanyikan sebuah lagu yang baru ku ciptakan untukmu lain hari,” katanya lagi dengan senyuman di wajahnya.

“Benarkah. Aku ingin mendengarnya sekarang.”

Sunggyu tertawa dan mengangkat tangannya lalu menepuk puncak kepalaku.

“Kau harus bersabar. Lagunya belum sempurna masih ada yang harus ku perbaiki.” Jika Sunggyu menyuruhku bersabar, aku akan bersabar untuknya.

Aku pertama kali bertemu dengannya dengan tidak sengaja di sebuah kafe. Dia bernyanyi di kafe itu setiap malam hari. Sejak saat itu, aku selalu mengunjungi kafe itu setiap malam hanya untuk mendengar suaranya bernyanyi.

Sepertinya aku terkena sebuah penyakit. Bukan penyakit parah, hanya saja aku merasa berbeda jika sehari saja aku tidak mendengarnya bernyanyi. Dan itu buruk untukku.

Sama seperti hari ini. Sudah seminggu lebih sejak terakhir kali dia bernyanyi untukku, hari itu. Aku tidak menemukannya dimanapun. Dia menghilang. Dia tidak mengangkat telfon ataupun membalas pesanku.

 Kemana dia?

Pertanyaan itu terus menggangguku dan akhirnya ku putuskan untuk mendatangi dormnya. Aku belum pernah datang ke dormnya sebelumnya. Tapi dia pernah memberiku alamatnya. Dan ku yakin dia berada disana.

“Hai. Biarku tebak, kau adalah kekasih Sunggyu hyung. Aku Nam Woohyun, panggil Woohyun saja,” kata namja bernama Woohyun itu dan tidak terlihat dia akan mengijinkanku masuk.

“Ya, kau benar. Aku ingin bertemu dengannya.”

“Tapi Sunggyu hyung sedang tidak ingin ditemui.”

“Kenapa?”

Woohyun terlihat berpikir sebentar. Wajahnya terlihat ragu. Aku yakin ada yang dia sembunyikan.

“Sebenarnya—“

“Beritahu aku dengan jujur,” potongku.”

“Oh baiklah. Sebenarnya Sunggyu hyung lagi sakit. Dia tidak ingin menemuimu dengan keadaannya seperti itu karena dia tidak bisa bernyanyi untukumu saat dia sedang sakit.”

Aku tertegun. Hanya karena itu?

“Dia takut kau akan meninggalkannya jika disaat dia tidak bisa bernyanyi untukmu.”

Hatiku menjadi panas. Tiba-tiba aku merasa menjadi orang yang paling buruk sedunia. Aku membuat Sunggyu merasa aku mencintainya hanya karena suaranya.

Woohyun akhirnya memperbolehkanku masuk dan mengantarku kekamar Sunggyu. Dia berada disana. Terbaring diatas ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya. Matanya membesar ketika melihatku.

“Maafkan aku,” ucapnya dengan suara seraknya. Aku membantunya untuk bangun dan bersandar di papan tempat tidur.

“Seharusnya aku yang meminta maaf. Aku terlalu memaksamu menyanyi untukku,” sahutku tak berani menatap wajahnya.

“Tidak. Aku senang melakukannya,” bantahnya.

“Tapi kau harusnya memberitahuku jika kau sakit. Rasanya lebih menyakitkan jika kau menghilang dari pandanganku daripada tidak mendengarmu bernyanyi.”

“Maafkan aku.”

“Aihs, jangan meminta maaf lagi. Ku rasa kita berdua bersalah,”

Akhirnya aku memberanikan diri untuk menatapnya dan tersenyum. Dia membalas senyumanku dan mengelus rambutku dengan jari-jari tangannya.

“Ya, ketika sembuh nanti aku akan bernyanyi sampai kau puas.”

“Benarkah? Kalau begitu kau harus banyak istirahat.”

Aku membuka selimutnya dan menyuruhnya kembali berbaring. Dia membaringkan tubuhnya dan menepuk ruang kosong disebelahnya. “Temani aku. Paling tidak temani aku sampai aku tertidur.”

Awalnya aku ragu. Bagaimana jika Woohyun memergoki kami dan berpikir macam-macam. Tapi Sunggyu menarik tanganku dan akhirnya aku mengikuti permintaannya.

“Baiklah, sekarang tidurlah. Selamat malam, Kim Sunggyu.”

KKEUT

July 17th 2013

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s