[Fanfic] JoonJoo’s Mate : First Confenssion

cover2

 

Author : Namu ( @oncemelody )

Casts : Kim Joonmyun ( Suho EXO ) & Seo Injoo (OC)

Genre : Fluff

Category : Oneshoot, Series

Disclamer : Ini sudah pernah di publis di exogirlsdaily.wordpress.com . Alur cerita dan posternya punya saya. Kim Joonmyun punya kita bersama 😀

Happy Reading 😀

^

^

Seoul

That late night

Seo’s Apartement

May 21th 2013

Besok adalah hari ulang tahunnya. Ulang tahun Kim Joonmyun. Atau panggil saja dia Suho. Walaupun menurutku nama Kim Joonmyun itu tidak buruk.

Aku duduk di depan komputerku dengan tatapan kosong? Aku tidak tahu apa yang harus ku berikan untuknya. Sayangnya Shiwon dan Yoonjae tidak mau berepot-repot untuk memikirkan seperti yang ku pikirkan sekarang ini. Mereka berdua malah asyik berkencan di amusement park sekarang. Seminggu yang lalu, Yoonjae menyatakan cintanya pada Shiwon yang langsung di terima Shiwon dengan penuh suka cita. Huh, sahabat macam apa itu.

Sangat sulit mencari hadiah untuk namja. Mau memberinya kue ulang tahun, aku takut dia tidak memakannya. Karena dia pasti sudah menerima banyak kue ulang tahun dari para fansnya. Pakaian? Idol macam dia pasti mempunyai pakaian yang sudah sangat banyak.

Lalu apa yang harus ku berikan ?!?

Ditengah kegalauanku, tiba-tiba ku dengar suara bising di luar kamarku. Ah, sepertinya Eunkwang Oppa sudah pulang. Dan dia pulang tidak sendirian. Dia juga membawa pulang anak-anaknya. Ani, maksudnya anggota member BtoB yang lain.

“Hai, Yook!” sapaku ketika melihat Giant Magnae itu melepas jaketnya dan menyimpannya di lengan sofa.

Apa aku pernah memberitahumu bahwa aku sangat mengagumi magnae Btob yang satu itu? Shiwon juga menyukainya. Karena dia mempunyai wajah yang mirip dengan Yoon Yoonjae.

“Kau hanya menyapa, Sungjae? Apa aku tidak kelihatan di matamu?” Minhyuk Oppa berkata dengan nada merajuk. Diantara yang lainnya, hanya dia yang selalu terlihat cemburu jika aku menyapa Sungjae.

“Kau harus mengubah wajahmu agar terlihat seperti Sungjae dan Injoo akan menyapamu juga Hyung,” timpal Ilhoon Oppa. Minhyuk memberikan tatapan mautnya pada Ilhoon dan membuat Ilhoon terkekeh dan berjalan ke dapur mengekori Eunkwang Oppa.

Semua member sibuk memperebutkan makanan di dapur, ketika ku lihat Sungjae malah menyalakan televisi dan duduk di sofa. Aku kembali masuk ke dalam kamarku dan mengambil sesuatu sebelum ikut duduk disampingnya.

“Hey Yook, maaf terlambat mengatakannya. Tapi biar bagaimanapun aku ingin mengatakannya. Happy Birthday, Yook Sungjae,” ucapku sambil memberikan sebuah kotak kecil padanya.

Sungjae terlihat senang melihat hadiahku. “Kau sudah terlambat 19 hari, Seo Injoo. Tapi karena kau memberiku hadiah, maka kau di maafkan.”

Dia membuka kotak hadiahku dan senyum menghiasi wajahnya.

“Wow, ini jam tangan yang kuinginkan sejak dulu. Apakah ini asli?” tanyanya.

Aku mengangguk. “Itu asli. Mana ucapan terima kasih untukku?”

Sungjae terkekeh dan mengacak rambutku. “Terima kasih, Injoo-ya.”

Aku tersenyum dan mengangguk. “Hmm… Yook aku ingin meminta saranmu.”

“Saran apa?”

“Besok ulang tahun temanku, apa yang harus ku berikan padanya?” tanyaku. “Dia seorang namja.”

Namja? Pacarmu?” tanya Sungjae balik. Aku mendecak. “Bukan, Cuma seorang teman.”

“Aku ragu jika hanya seorang teman. Lalu apa kau juga meminta saran pada orang lain saat ingin memberiku hadiah ini?” tanya Sungjae lagi sambil menepuk kotak hadiahnya, sumringah.

Aku menggeleng. Wajahnya  langsung berubah menjadi datar dan fokusnya kembali ke televisi. “Kalau begitu benar dugaanku. Dia pasti orang yang special.”

“Yak! Aku mau kau memberiku saran bukan untuk mengorek keterangan tentang orang itu.”

“Berikan dia hadiah yang tidak sama dengan hadiah yang kau berikan pada orang lain. Sudah pikir saja sendiri,” kata Sungjae.

“Baiklah akan ku pikirkan sendiri, Tuan Yook Sungjae.”

Tidak lama kemudian Changsub Oppa datang dengan tiga botol cola di tangannya. Dan menaruhnya di meja di depan televisi. Disusul dengan Peniel Oppa, Eunkwang Oppa, dan Hyungsik Oppa yang membawa berbagai macam makanan cepat saji dari dapur. Dan Minhyuk Oppa dan Ilhoon Oppa membawa peralatan makan dengan wajah gembira.

“Kita berpesta malam ini,” seru Ilhoon Oppa senang.

Untung Ayah dan Ibu sedang berada di Busan dalam rangka menjenguk Kakekku yang katanya habis menjalani operasi. Jadi tidak akan ada yang mengeluh karena ketujuh pria ini sangat berisik jika sudah berkumpul seperti ini.

“Hey adik kecil, ayo bergabung bersama kami,” panggil Changsub Oppa. Sebutan ‘adik kecil’ itu sudah melekat didiriku sejak aku bertemu mereka. Ini semua gara-gara Yook Sungjae. Mereka suka membandingkanku dengan Yook Sungjae. Kami sama-sama 95line tetapi dia mempunyai tubuh yang lebih besar daripada tubuhku. Dan tada, jadilah aku si ‘adik kecil’.

“Tidak, terima kasih. Perutku sudah kenyang,” tolakku dan kembali masuk kedalam kamar. Ku pikir aku sudah mendapatkan jawaban tentang apa yang harus ku berikan besok.

^^^

 

Seoul

Early Morning~

In Front of a door

May 22nd 2013

 

“Kau tidak mau membiarkanku masuk?” tanyaku pada namja yang berada di balik pintu ini. Hanya kepalanya yang terlihat.

“Seorang gadis dilarang masuk kesini,” jawabnya. Terlihat dari wajahnya dia baru saja bangun. “Lagi pula ini masih sangat pagi untukmu berkunjung.”

“Jangan bercanda Kim Jongin. Aku hanya ingin bertemu dengan Joonmyun Oppa,” ujarku datar.

“Kau tidak akan ku biarkan masuk sebelum kau juga memanggilku dengan sebutan ‘Oppa’. Aku ini setahun lebih tua darimu.”

Aku menarik napas panjang dan menghembuskannya. “Tidak. Kau tidak pantas ku panggil Oppa. Sekarang, biarkan aku masuk. Kim Jongin~,” aku memohon dengan nada memelas.

“Biarkan dia masuk Kim Jongin.”

Suara itu milik Kyungsoo Oppa. Dia mendorong Jongin ke samping dan membuka pintu dorm mereka lebar-lebar. Manarikku masuk dan meninggalkan Jongin yang terlihat shock di depan pintu.

“Hyung, kau bahkan lebih memilihnya daripada aku,” jeritnya frustasi. Aku hanya bisa tertawa setan mendengarnya. Sepertinya dia takut aku mengambil perhatian Kyungsoo Oppa dan tidak ada lagi Kaisoo Couple.

Kyungsoo Oppa menyuruhku duduk di sebuah sofa yang tidak kelihatan seperti sofa selagi dia memanggil Joonmyun. Sofa itu terlihat seperti tempat gantungan pakaian. Aku menyingkirkan pakaian dan duduk dengan nyaman. Keadaan dorm ini tidak kalah berantakannya. Ada sisa makanan di atas meja. Remahan biscuit berceceran di atas karpet. Buku-buku di sudut ruangan tidak tersusun rapi lagi.

“Hai, Injoo. Ada apa kemari pagi buta begini?”

Aku berbalik dan melihat Joonmyun menghampiriku dan duduk disampingku. Kelihatannya aku mengganggu tidurnya. Lingkaran hitam dibawahnya terlihat jelas menandakan dia sangat butuh tidur.

“Aku menggangumu tidurmu?” tanyaku khawatir. Apakah semua idol seperti ini? Di depan kamera mereka semua terlihat riang dan ceria. Padahal di balik itu mereka semua terlihat seperti zombie.

Jantungku berdetak kencang saat merasakan kepala Joonmyun bersandar di bahuku. Dia sudah biasa melakukannya –menyandarkan kepalanya ke bahuku- tapi hanya aku yang belum terbiasa dengan hal itu.

“Tidak. Aku malah senang melihatmu,” gumamnya sambil memejamkan matanya. Apakah dia tidak tahu jika jantungku bekerja terlalu keras sekarang.

“Eh, benarkah? Ngomong-ngomong selamat ulang tahun, Oppa,” ucapku senang. Joonmyun lalu mengangkat kepalanya dan memandangku.

“Kau mengingatnya? Ulang tahunku?” tanyanya.

Aku mengangguk. Lalu sebuah senyuman muncul diwajahnya. Dan seandainya aku tidak mempunyai urat malu, mungkin aku sudah berteriak gila karena dia terlihat sangat tampan jika tersenyum seperti itu.

“Dan ini hadiah mu.”

“Kupon?” tanyanya bingung ketika membukanya.

Aku mengangguk. “Aku tidak tahu apalagi yang pantas ku jadikan hadiah untukmu. Jadi tahun ini kau mendapat 3 kupon permintaan dariku. Kau bisa meminta apapun padaku selagi itu tidak melanggar hukum.”

“Apapun? Jika aku memintamu menyanyi sekarang kau akan melakukannya?”

“Shireoh. Suaraku jelek,” tolakku. Joonmyun tertawa.

“Baiklah, aku akan menggunakan kupon pertamaku.” Joonmyun mengambil sebuah kupon yang ku buat semalam dan menaruhnya diatas telapak tanganku.

“Apa permintaanmu?”

“Seo Injoo, jadilah kekasihku.”

Ketika mendengar permintaan darinya, otakku langsung berhenti bekerja. Dia menatapku dengan lembut. Seperti ada yang memukul jantungku di dalam.

“Aku menyukaimu. Lebih tepatnya aku mencintaimu, Seo Injoo. Jadilah kekasihku dan tentu saja kau harus setuju karena aku tidak menerima penolakan. Belum sempat aku mengatakan apa yang ingin ku katakan, Joonmyun sudah menarik wajahku mendekat dan berbisik, “Bolehkah?”

Melihat wajahnya membuatku seperti terhipnotis dan tanpa sadar aku mengangguk. Joonmyun menarik wajahku lebih dekat dan memejamkan mataku. Detik berikutnya ku rasakan bibirnya sudah melumat bibirku dengan lembut. Lima belas detik kemudian, kurasakan seseorang berteriak di belakangku sehingga Joonmyun melepaskan wajahku.

“Yak! Kalian jika ingin berlovey dovey jangan melakukannya disini. Setidaknya lakukan di tempat tersembunyi!”

Kulihat Jongin berdiri di belakangku dengan wajah kesal.

“Jongin kau mengganggu mereka,” tegur Kyungsoo yang muncul dari arah dapur dan berusaha menarik Jongin menjauh.

“Hyung, harusnya kau melarangnya masuk. Mataku jadi terkontaminasi karena mereka,” protes Jongin tidak terima.

Sepertinya Jongin harus rela jika aku merebut Joonmyun darinya dan menghapus SuKai Couple.

KKEUT

June 21st 2013

4:31 PM 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s