[Fanfic] HeartQuake

HeartQuake

 *****

942101_655773981115296_1490857633_n

Author : peppergyu

Cast : Cho Kyuhyun (SJ) and Park Yongna (OC)

Disclamer : The story’s plot is mine and Cho Kyuhyun belong to God!

 

“Aku ingin putus.”

Serasa puluhan jarum mengujam jantungnya. Kyuhyun merasa oksigen disekitarnya menghilang, nafasnya menjadi sesak. Dia tidak dapat menemukan suaranya. Yong Na terus menundukkan kepalanya menunggu reaksi Kyuhyun. Untung saat itu , taman sedang sepi dan udara malam berhembus sepoi-sepoi. Hanya ada mereka berdua  yang sedang duduk di sebuah bangku panjang ditaman itu.

Yong Na tidak berani melihat wajah Kyuhyun. “Kenapa?” Kyuhyun berusaha mengendalikan hatinya. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan yang muncul diotaknya. Namun, entah mengapa dia susah mengucapkannya.

Yong Na menarik nafas dan mulai membuka mulutnya, “Bukan seperti yang kau pikirkan. Tidak ada orang ketiga. Aku hanya… ,” dia menarik nafas lagi, memejamkan matanya sebentar untuk mencari kata-kata yang tepat. “Aku tahu ini berat untukmu. Tapi aku tidak sanggup lagi dengan semua skandal-skandal yang selalu mengaitkanmu. Aku tidak bisa menahan cemburu melihatmu dengan teman-teman wanitamu. Kau mengerti maksudku ‘kan?”

Kyuhyun berusaha begitu keras agar airmatanya tidak jatuh di depan Yong Na. Kyuhyun sendiri heran sejak kapan dia menjadi cengengg seperti ini.  Yong Na menggigit bibir bawahnya. “Maafkan aku, Hyunie. Aku tidak bisa memberikanmu kebahagiaan selama ini. Setelah ini kau bisa mencari wanita yang lebih baik daripadaku.”

Kyuhyun setengah tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Kyuhyun merasa bahwa kenyataan bahwa gadisnya itu ada didekatnya ada di sampingnya, dia sudah merasakan bahagia. Melihatnya saja tanpa melakukan apapun itupun sudah membuatnya bahagia. Apakah Yong Na tidak bisa merasakan itu? Dan bagaimana dia bisa menemukan wanita yang lebih baik daripada dirinya. Bagi Kyuhyun, Yongie-nya adalah segalanya baginya, yang lebih baik dan yang lebih dari apapun.

“Baiklah” Yong Na langsung mendongakkan wajahnya menatap Kyuhyun. “Tapi sebelumnya dapatkah aku meminta sesuatu padamu?”

Yong Na meremas ujung bajunya sambil menatap wajah Kyuhyun yang kelihatan datar. “Apa itu?”

Kyuhyun pun menarik tubuh Yong Na kedalam pelukannya. Yong Na sedikit agak terkejut. Karena ini pertama kalinya Kyuhyun memeluknya seperti ini.

“Biarkan aku memelukmu sekali ini saja, hanya kali ini saja. Setelah ini baru aku bisa melepasmu.”

Yong Na tidak pernah menuntut Kyuhyun untuk bersikap romantis padanya. Dan Yong Na sendiripun bukan termasuk tipe yeoja yang romantis. Dia senang dengan semua perlakuan Kyuhyun selama  ini. Bahkan dia bersyukur kepada tuhan karena memberinya namja seperti Kyuhyun.

Kyuhyun merasakan bahu Yong Na beguncang hebat. Yong Na menangis. Sungguh hebat, Kyuhyun selama mereka pacaran Kyuhyun belum pernah sekalipun melihat Yong Na mengeluarkan air mata. Bahkan ketika neneknya meninggal, di antara semua cucu-cucu yang hadir hanya Yong Na sendiri yang tidak mengeluarkan airmata. Padahal Yong Na paling dekat dengan neneknya. Semenjak Yong Na kehilangan neneknya, dia berubah menjadi anak yang pendiam. Bahkan terhadap Kyuhyun pun.

Kyuhyun sangat memaklumi Yong Na karena di Korea Yong Na hanya tinggal berdua dengan neneknya disebuah apartement yang cukup menampung mereka berdua sebelum neneknya meninggal. Sedangkan kedua orang tua Yong Na memilih berdomisili di tempat Yong Na lahir yaitu di Indonesia. Ibu Yong Na merupakan orang Indonesia asli lalu menikah dengan ayah Yong Na yang merupakan Korea. Orang tua Yong Na biasa mengunjungi Yong Na setahun 4 kali.

Kyuhyun mengerti semua tentang Yong Na. Yong Na menyukai warna biru putih dan hitam. Yong Na selalu membawa Ipodnya kemanapun. Karena hidupnya akan terasa tidak hidup tanpa mendengarkan musik seharian. Yong Na paling tidak bisa tidur tanpa mendengarkan musik  terlebih dahulu dan bantal gulingnya harus ada. Dia tidak suka tidur di manapun kecuali di ranjangnya. Tidurnya tidak akan nyenyak jika tidur ditempat yang lain selain ranjangnya.

Wortel, terong, labu putih adalah sayur yang dibenci Yong Na. Sama seperti Kyuhyun yang benci terhadap semua sayuran. Yong Na tidak suka terhadap pasangan yang selalu mengumbar kemesraan di depan umum, seperti Hyungnya, Donghae dan Han Ji. Yong Na suka dengan hujan, karena hujan dapat memberinya ketenangan hati, katanya. Yong Na tidak suka diganggu kalau ia sedang serius. Yong Na tidak menyukai pelajaran Matematika, Fisika, dan Kimia. Otaknya lemah terhadap semua mata pelajaran menghitung. Yong Na sangat fasih menggunakan bahasa Inggris. Mungkin karena keinginannya yang ingin pergi berlibur di benua Eropa dan berharap suatu hari dia dapat kuliah di Harvard Univercity.

Yong Na sangat tidak suka dengan menunggu. Jadi jangan harap Yong Na mau disuruh untuk menunggu. Dia juga tidak suka keramaian, dia benci berada ditengah keramaian sendiran. Jadi jangan heran kalau Yong Na tidak pernah pergi ke pesta, semua macam jenis pesta. Mau pesta ulangtahun, pernikahan, atau pesta dansa.

Yong Na tidak pandai berdandan seperti yeoja pada umumnya. Tapi bagi Kyuhyun, tanpa menggunakan make-up apapun Yong Na sudah sangat cantik baginya. Tidak ada yang lebih dan tidak kurang, semuanya sudah seharusnya.

“Maafkan aku, Hyunie.” Kyuhyun tersadar kembali, dilihatnya mata Yong Na sudah sembab. Kyuhyun sadar, Yong Na terlihat lebih cantik ketika dia menangis. Kyuhyun mencoba tersenyum, tapi bibirnya susah sekali untuk tersenyum. Hatinya meringis. Hatinya ingin menahan Yong Na untuk tetap di sampingnya, bersamanya. Tapi disisi lain, dia tidak ingin menahan Yong Na jika Yong Na merasa tertekan dengan dan menderita bersamanya. Lebih baik dia melepaskannya daripada melihat gadisnya menderita.

“Gwaenchana. Mungkin ini yang terbaik,” Kyuhyun memaksakan mengatakan kalimat itu dengan susah payah. Padahal hatinya memberontak.

“Tapi, aku mash bisa berteman denganmu ‘kan?” tanyanya sambil mengusap air matanya. Kyuhyun ikut mengusap pipi Yong Na yang basah karena airmata.

“Selamanya aku ada untukmu, Na~ya!” Yong Na tersenyum, dan dia mengulurkan jari kelingkingnya di depan wajah Kyuhyun. “Teman selamanya”

Kyuhyun pun meraihnya, “Teman selamanya.”

Setelah  mengucapkan kata perpisahan Yong Na pun meninggalkan Kyuhyun sendirian di taman itu. Sebelum pulang Kyuhyun sempat menawarkan untuk mengantar Yong Na tapi dengan halus menolaknya.

“Baiklah hati-hati di jalan,” pesan Kyuhyun sebelum Yong Na meninggalkannya.

Setelah merenung di taman selama beberapa saat, Kyuhyun pun memutuskan untuk kembali ke dorm. Sakit, kecewa, sedih, dan perasaan bersalah menghiasi hatinya. Merasa bersalah karena telah gagal membahagiakan Yong Na. Merasa bersalah karena membuat Yong Na merasa tidak bisa apa-apa untuknya. Merasa bersalah menyakiti gadis yang di cintainya itu.

Saat itu Kyuhyun berharap, sangat berharap agar semua kejadian hari ini hanya mimpi belaka. Agar ia bisa bangun dan mendapati Yong Na masih bersama dengannya. Melihatnya tersenyum padanya. Mendengar omelan yang keluat dari mulut gadisnya itu. Menikmati setiap kata yang keluar dari mulutnya. Namun sekarang, dia tidak bisa lagi mengembalikan itu semua. Semua sudah berakhir.

Kyuhyun berjalan dengan lambat memasuki gedung apartemennya. Setelah berada di dalam gedung apartemen, Kyuhyun melepaskan semua peralatan menyamarnya. Dia lalu berhenti di depan lift yang masih tertutup.

“Kyuhyun-ah. Darimana saja kau?” Kyuhyun melihat Leeteuk keluat dari lift. Tanpa menjawab pertanyaan sang leader, Kyuhyun berjalan melewatinya dan masuk ke dalam lift. Leeteuk merasa ada yang aneh dengan Magnaenya itu.

“Ya, sudah aku pulang dulu.” Seru Leeteuk bertepatan dengan tertutupnya lift yang membawa Kyuhyun kelantai 11. Di dalam lift Kyuhyun merenung dan airmatanya pun mengalir dikedua pipinya. Kedua kakinya terasa lemas untuk menopang berat tubuhnya. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya dia menangis karena seorang yeoja yang telah memporak-porandakkan hatinya.

“Kyuhyun-ah. Apakah itu kau . Oh dugaanku benar kau Kyuhyun. Kau kenapa?” seru sebuah suara yang langsung merangkul Kyuhyun masuk ke dalam dorm.

Sungmin mendudukkan Kyuhyun di atas sofa depan televisi. Sungmin menunggu sampai Kyuhyun tenang dan mau menceritakan apa yang terjadi. Setelah beberapa menit kedepan, Kyuhyun mulai bisa mengendalikan dirinya. Dia menatap Hyungnya dengan tatapan sendu.

Sungmin yang melihat dongsaengnya itu seperti sangat menderita. Belum pernah dia melihat Kyuhyun cengeng seperti ini. Yang dia tahu Kyuhyun adalah magnae paling kurang ajar dan keras kepala. Kyuhyun tidak mudah untuk dilawan dan dibuat tak jelas seperti yang tampak dihadapannya saat ini.

“Hyung, apa aku salah terhadapnya? Apakah seharusnya aku tidak membiarkannya?” tanya Kyuhyun sambil meremas rambutnya. Tidak dengan air mata kini, dia sudah mengendalikan emosinya. Yang di tanyai hanya diam karena tidak mengerti maksud dari pertanyaan Kyuhyun.

“Hyung, aku egois.” Sahut Kyuhyun lagi dan langsung bangkit masuk ke dalam kamar. Yesung dan Ryeowook yang baru pulang dan melihat keadaan Kyuhyun, langsung memberikan tatapan ingin tahu kepada Sungmin. Sungmin hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.

Sungmin masuk kedalam kamar yang di tinggalinya bersama dengan Kyuhyun selama hampir 4 tahun ini. Didapatinya Kyuhyun tertidur di atas kursi dengan kepala yang menempel di atas meja kerjanya. Sungmin menghampirinya dan mengambil foto Park Yong Na yang terletak di samping kepala Kyuhyun. Sungmin tahu Yong Na adalah pacar Kyuhyun hampir setahun terakhir karena Sungmin juga dekat dengan Yong Na dan karena jasa Sungmin jugalah Kyuhyun dan Yong Na bertemu.

Akhirnya setelah beberapa kali bertemu, Sungmin tidak tahu kapan persisnya, Kyuhyun datang padanya dengan wajah gembira, wajah paling gembira yang pernah Sungmin lihat dari magnaenya itu dan mengatakan bahwa dia berhasil mendapatkan hati Yong Na.  Dari sekian kali Sungmin melihat wajah bahagia Kyuhyun. Hanya wajahnya ketika berhasil meluluhkan keras hati Yong Na lah , Sungmin melihat benar-benar terpancar kebahagiaan dari wajahnya, tingkah laku, dan setiap hari dia tersenyum. Satu kesimpulan yang bisa ditarik oleh Sungmin. Hanya satu penyebab magnaenya berubah seperti ini. Itu semua pasti karena Park Yong Na.

****

“Apa yang sebenarnya ada di dalam otakmu, Yong Na-ya!” Seum Mi langsung duduk dihadapan Yong Na. Yong Na menggeleng.

“Aku hanya ingin mencobanya!” jawab Yong Na lirih. “Aku hanya ingin tahu, bagaimana rasanya jika dia tidak lagi ada disampingku.”

“Mencoba apa? Mencoba berpisah dengannya?” ias Seum Mi kaget. “Aigoo… Kyuhyun oppa pasti sangat terluka karena kau memutuskannya. Aku tahu sekali dia sangat mencintaimu, Park Yong Na.”

“Aku tahu biarpun kau tidak iase tahuku,” kata Yong Na datar tanpa ekspresi.

“Kalau begitu kau benar-benar bodoh. Sangat tolol,” sambar Seum Mi dengan nada sedikit keras.

“Aku tahu, aku memang orang paling idiot sedunia. Teruslah mengejekku!” balas Yong Na agak sedikit bergetar.

“Seum Mi-ah. Kau membuatku semakin ingin menangis!” ucap Yong Na ketus.

“Menangislah kalau begitu. Aku mau pergi saja daripada stress melihatmu seperti ini,” kata Seum Mi meraih tasnya dan berlalu meninggalkan Yong Na sendirian.

Yong Na menatap iaser pantai dengan pandangan hampa. Sudah seminggu berlalu sejak dia memutuskan untuk berpisah dengan Kyuhyun. Awalnya dia hanya ingin mengetahui bagaimana rasanya jika mereka berpisah. Apakah dia mampu melupakan Kyuhyun, apakah rasanya sama seperti sebelum mereka bertemu, ataukah memang dia sudah tidak ias menghilangkan Kyuhyun dari hidupnya? Yong Na hanya ingin mengetahui jawaban dari semua pertanyaannya.

Namun, dia tidak pernah menyangka akhirnya akan menjadi seperti ini. Hatinya sakit, walaupun dia tahu hati Kyuhyun lebih sakit. Tidak mendengar suaranya, tidak melihat wajahnya, tidak rasakan kasih iase darinya, membuat Yong Na seperti orang sakit yang kehabisan obat. Dia tidak ias tidur dengan nyenyak, nafsu makannya menghilang begitu saja, selalu mendengar lagi lagu yang bergenre ballad dan lagu yang sedih, dan dia selalu menangis.Dia membutuhkan Kyuhyun.

Dalam hati Yong Na, dia sangsi apakah Kyuhyun masih mau menerimanya setelah apa yang dia lakukan. Dia ragu apakah Kyuhyun masih menginginkannya. Dia tidak yakin kalau Kyuhyun masih mencintainya atau malah mungkin Kyuhyun sudah mendapatkan kekasih baru yang lebih darinya, misalnya . Memikirkannya saja Yong Na sudah sangat frustasi. Dia takut Kyuhyun benar-benar pergi.

Yong Na sadar dibandingkan dengan mantan pacar Kyuhyun sebelumnya, dia bagaikan itik buruk rupa. Dia tidak cantik dan sexy seperti Haneul yang model, Seohyun dari SNSD ataupun Victoria F(x). Mereka berada jauh diatas Yong Na. Yong Na tidak mempunyai kaki yang jenjang, rambut yang indah, dan dia merasa tidak cantik, apalah dia dibandingkan dengan mereka. Dia pernah menyesal mengapa dia dilahirkan dengan wajah yang pas-pasan, kaki yang tidak jenjang, dan rambut yang tidak indah. Dia merasa tuhan tidak adil padanya, semua kejelakan ditimpakan padanya. Dia marah pada tuhan.

Tapi ketika dia menyadari, seandainya Tuhan tidak mengirimnya ke dunia, di mana dia akan berada? Dia tak akan pernah bertemu dengan Orang tuanya, teman-temannya, termasuk bertemu dengan Kyuhyun. Yong Na berpikir bagaimana kalau dia tidak pernah dilahirkan ke dunia? Dia menyesali pernah membenci Tuhan yang telah memberikannya nafas, memberinya banyak pelajaran tentang hidup, memberinya orang-orang yang iase padanya, dan memberinya rasa cinta.

Yong Na menarik-narik rambutnya frustasi. Dia merasa seperti orang bodoh. Bodoh karena mengecewakan orang yang dicintainya. Bodoh karena merasa keegoisannya tinggi hingga dia sendiri yang menderita. Bodoh karena melepaskan orang yang sangat dicintainya. Seandainya pemutar waktu itu ada. Dia berharap Tuhan memberinya satu kali kesempatan lagi untuknya memperbaiki kesalahannya, seandainya dia ias.

“Argghhhh…….” Teriak Yong Na frustasi, dia tidak mampu menahan kesedihannya. Dia sadar sekarang. Dia sudah terjatuh terlalu dalam. Sehingga dia sendiri tidak dapat keluar, dia tidak ias lagi keluar. Karena hatinya kini telah ditawan oleh Kyuhyun.

****

“Kyuhyun a, dimana ponselmu?” ias Sungmin pada Kyuhyun yang sedang memandang keluar jendela dari dalam kamar. Sudah seminggu dia hanya mengurung diri didalam kamar. Sama sekali tidak berniat keluar menghirup udara segar.

“Molla, untuk apa Hyung menanyakan ponselku?” ucap Kyu datar.

“Victoria bilang dia ingin kau menemaninya pergi mencari hadiah untuk Nickhun. Tapi sudah beberapakali dia menelfon ke ponselmu, ponselmu nonaktif!” jelas Sungmin sambil mendekati Dongsaengnya itu.

“Bilang padanya, aku sedang sibuk.” Tolak Kyuhyun. Sungmin agak sedikit terkejut. Baru kali ini Kyuhyun menolak ajakan Victoria. Padahal sebelumnya, Kyuhyun selalu mengiyakan ajakan Hoobaenya itu.

Sungmin tahu Kyuhyun sudah menganggap Victoria sebagai kakaknya sendiri. Kyuhyun menyayangi Victoria sama seperti dia menyayangi Ah Ra, kakak kandungnya. Sungmin juga tahu bagaimana Kyuhyun mencintai Yong Na.

Tatapan Kyuhyun ke Yong Na berbeda saat dia menatap Haneul dan SeoHyeon. Yong Na memang tidak secantik Haneul, Seohyeon ataupun Victoria. Yong Na hanyalah seorang gadis biasa, terbiasa dengan kesederhanaan walaupun orangtuanya bergelimang harta. Yong Na termasuk gadis yang tegar iaseras, dia tidak suka diatur. Mungkin itu salah satunya Yong Na memaksa Sungmin untuk membawanya ke Korea dan bersekolah di sini daripada tinggal bersama orang tuanya di Indonesia. Karena Sungmin dan Yong Na sudah berteman sejak mereka kecil, Yong Na agak sedikit bergantung padanya. Yong Na pernah bilang dia ingin belajar hidup mandiri tanpa orang tuanya. Semua itulah yang membuat Sungmin yakin Kyuhyun telah jatuh cinta pada Yong Na.

Tidak ias Sungmin pungikiri dia juga pernah merasakan apa yang dirasakan Kyuhyun. Dia pernah jatuh cinta pada Yong Na saat masih sekolah dulu. Namun, Sungmin berusaha untuk menghilangkan perasaannya. Namun saat ini Sungmin sangat menyayangi Yong Na seperti adiknya sendiri.

“Baiklah,” sahut Sungmin pada akhirnya. Setelah keluar dari kamar, Sungmin langsung mengeluarkan handphonenya. Yang pertama, dia menelfon Victoria untuk memberitahu pesan Kyuhyun tadi. Lalu kedua, dia pun menelfon Yong Na untuk memberitahunya apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua.

****

Ponsel Yong Na bordering-dering nyaring. Membuat sang pemilik terpaksa mencarinya terlebih dahulu. Karena Yong Na sendiri tidak tahu kapan terakhir dia memakai ponselnya.

Sayangnya butuh sekitar 15 menit untuk menemukan ponselnya yang ternyata berada di bawah tumpukan barang-barangnya di lantai. Yong Na lalu memeriksa panggilan tak terjawabnya. Untuk apa Sungmin Oppa menelfonku? Tanya Yong Na dalam hati ketika mengetahui panggilan itu berasal dari Sungmin.

Baru saja Yong Na akan menaruh ponselnya, benda itu kini berbunyi lagi. Dengan ragu Yong Na pun mengangkatnya. “Yobseyo?”

“Yong Na-ya. Ku tunggu kau di tempat biasa sore ini.” Setelah berkata seperti itu Sungmin langsung menutup teleponnya. Yong Na yang belum mengucapkan sepatah kata pun mendengus kesal. “Dia sedang marah atau kehabisan pulsa sih?”

Setelah itu Yong Na melempar ponselnya hingga mendarat mulus di atas kasurnya. Lalu dia menyambar handuk dan menghilang dibalik pintu kamar mandi.

Satu setengah jam kemudian, Yong Na kini berada di kafe yang biasa menjadi tempat nongkrong Sungmin, Yong Na, dan Kyuhyun. Dia memasuki kafe itu agak berat hati, karena sebagian memorinya dengan Kyuhyun berada dalam kafe itu. Tempat itu menyimpan kenangan tersendiri buat Yong Na untuk Kyuhyun.

Di kafe itulah dia pertama  kali bertemu dengan Kyuhyun, walaupun saat itu Kyuhyun tidak sengaja menumpahkan minuman yang diminum Yong Na hingga membuat baju gadis itu kotor. Di kafe itu pula Kyuhyun memintanya menjadi kekasihnya, padahal Yong Na masih agak marah dengan kejadian ‘tumpah’ saat pertama kali mereka bertemu.

FLASHBACK

“Yak untuk apa kau menyuruhku datang kesini?” Yong Na menghampiri meja yang terletak di sudut ruangan dan didekat jendela.

“Kau ini baru datang, langsung marah-marah. Duduk dulu.” Perintah Kyuhyun sambil membuka kacamata hitam yang dipakainya untuk penyamaran, tapi dia tidak melepaskan maskernya. Dia mengarahkan matanya kearah kursi di depannya, memberi isyarat ke Yong Na untuk duduk.

“Bagaimana kalau orang-orang dalam kafe ini tahu kalau kau adalah Super Junior Kyuhyun, hah?” Yong Na langsung melemparkan tatapan sangar kepada Kyuhyun dan menuruti perintah Kyuhyun.

“Tidak akan ada yang tahu, jika kau bisa diam.” Sahut Kyuhyun dan mengeluarkan PSP dari dalam tasnya.

“Aku akan melakukannya jika kau membuatku marah.” Sela Yong Na tidak mau kalah.

“Tidak. Kali ini aku tidak akan membuatmu marah, namun aku akan membuatmu terkejut.” Kata Kyuhyun serius, tapi tetap tidak mengalihkan pandangannya dari PSPnya. “Keluarkan PSP-mu.”

Raut wajah Yong Na  berubah menjadi aneh. “Keluarkan saja.”

Yong Na pun mengeluarkan PSPnya yang memang selalu dibawanya didalam tasnya. Yong Na juga merupakan maniak game, tapi tidak seperti Kyuhyun. Dia hanya memainkan PSPnya jika sudah mulai merasa bosan.

“Kita bertanding. Kalau aku menang, kau harus menuruti keinginanku. Tapi jika kau yang menang, kau boleh meminta apapun dariku. Deal?” tawar Kyuhyun. Yong Na berpikir sebentar tapi tak lama dia pun menyetujuinya. Dan mereka pun memulai pertandingan mereka.

Dan bisa ditebak siapa yang menang. “Kau kalah, Park Yong Na!” kata Kyuhyun penuh kemenangan.

“Ini tidak adil. Kau sudah pintar memainkannya, sedangkan aku kan baru pemula.” Ucap Yong Na tidak rela.

“Tidak usah mencari alasan, terima saja kekalahanmu.”

“Baiklah, Tuan Cho Kyuhyun, apa yang kau inginkan. Cepat sebutkan agar aku bisa pulang secepatnya dari pada melihatmu terus!” Yong Na membuang muka kesal dan memandang keluar jendela.

“Tidak susah. Aku hanya ingin kau menjadi kekasihku.” Kata Kyuhyun dan menatap Yong Na. “Bagaimana?”

Yong Na hampir tidak bisa mempercayai apa yang di dengarnya. Dia membulatkan matanya dan berseru, “MWOO?”

“Pelankan suaramu, bukankah sudah ku bilang tadi, aku akan membuatmu terkejut hari ini?” desis Kyuhyun sambil berdiri dan membungkukkan badannya meminta maaf karena beberapa dari pengunjung kafe itu langsung menatap mereka berdua dengan tajam, “Joesonghamnida.”

“Apa kau sudah gila?” sambar Yong Na masih tidak terima. Kyuhyun memajukan badannya hingga wajahnya berada dekat dengan wajah Yong Na.

“Aku memang sudah gila, Yong Na. Jadi, kau harus menuruti semua keinginanku bukan?”  Yong Na langsung mendorong kepala Kyuhyun menjauh.

“Baiklah, Cho Kyuhyun-sshi.”

“Panggil Aku Kyuhyun Oppa atau Hyunie. Aku lebih tua 7 tahun darimu.”  Kyuhyun menjitak kepala Yong Na hingga Yong Na meringis. “Aku akan memanggilmu, BaboYong.”

“Shireoh… ,” tolak Yong Na. “Sudah bagus aku menjadi kekasihmu sekarang, jangan minta apa-apa lagi.”

“Tidak bisa. Kau kalah, jadi harus menuruti semua perkataanku, Arassoyo?”

“Ne… ne.. kalau begitu kau akan kupanggil BabiKyu. BabiKyu atau tidak sama sekali,” ancam Yong Na penuh penekanan setiap kali menyebutnya seakan mengejek Kyuhyun. “Seumur hidup aku tidak akan memanggilmu Oppa.”

“Baiklah. Anak pintar.”

FLASHBACK END

Yong Na tersadar dari lamunannya ketika dia merasakan airmatanya keluar. Dan dia baru menyadari kini dia telah berada di meja tempat kesukaannya di meja yang terletak di sudut kafe dan disamping jendela lengkap dengan hot cappucinno kesukaannya. Segera Yong Na menghapus air matanya dengan sapu tangan yang dibawanya.

Tapi anehnya, air matanya tidak mau berhenti-berhenti mengalir membasahi wajahnya. Akhirnya dia menyerah dan menelungkupkan kepalanya ke atas meja dan menangis tersedu-sedu. Membuat pengunjung yang lain menatapnya heran. Hingga sebuah suara terdengar didekatnya.

“Yong Na ya!” walaupun Yong Na tidak melihat sang pemilik suara, dia bisa mengetahuinya. Sungmin merangkul Yong Na keluar dari kafe itu sebelum semua pengunjung memperhatikan mereka.

“Ada apa sebenarnya pada kalian?” tanya Sungmin ketika mereka sudah berada di dalam mobil. Yong Na masih terisak pelan.

“Oppa, aku tidak mau membicarakannya lagi!” jawab Yong Na pelan. “Ku mohon jangan.”

“Tidak bisa. Yong Na ya kau harus menceritakannya padaku. Aku tidak mau seperti orang bodoh melihat sikap kau dan Kyuhyun.

Setelah Yong Na menceritakannya pada Sungmin barulah Sungmin mengerti dengan apa yang terjadi.

“Oppa, apa yang harus ku lakukan sekarang?” tanya Yong Na lirih sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil Sungmin.

“Kau masih mencintainya ‘kan?” tanya balik Sungmin.

“Bukan hanya mencintainya, tapi membutuhkannya, Oppa!” Yong Na kini sadar Kyuhyun lebih dari kekasihnya. Dia adalah Oksigen-nya, karena ketika Kyuhyun tidak berada disisinya dia seperti kehilangan oksigen dan sulit untuk bernafas. Dia tidak tahu sejak kapan Kyuhyun menjadi sangat penting baginya.

“Kalau begitu sudah jelas.” Seru Sungmin. “Kau benar-benar bodoh, melakukan hal menyakiti dirimu sendiri dan juga Kyuhyun.”

“Oppa, kau orang kedua yang mengataiku bodoh!” sahut Yong Na malas.

“Mungkin nanti ada orang ketiga, orang keempat, atau orang kelima yang mengatai kau bodoh, jika mengetahui kelakuanmu ini.” Cibir Sungmin sambil menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya.

“Oppa, kita mau kemana?”

“Menyelesaikan perkara bodoh yang kau buat!” Yong Na lalu manyun mendengar perkataan Sungmin, tapi Yong Na bingung bagaimana Sungmin menyeselesaikan masalahnya, sedangkan dia sendiri tidak tahu harus bagaimana.

“Ayo turun,” ajak Sungmin ketika mereka telah sampai di depan sebuah gedung yang tidak asing bagi Yong Na. Yong Na tahu ini adalah apartemen Super Junir. Yong Na pun tidak bergeming dari tempatnya.

“Shiroh! Oppa aku tidak bisa!” ujar Yong Na sambil menahan tangan Sungmin. Tapi penolakan Yong Na hanyalah angin lalu  bagi Sungmin. Dia menarik Yong Na keluar dari dalam mobil.

Yong Na pun meronta-ronta didalam tarikan Sungmin. “Baiklah, baiklah Oppa. Kalau kau membiarkanku pergi dari sini. Aku akan menjadi mak comblangmu agar kau bisa dekat dengan Seum Mi. Aku tahu kau kau sedang naksir dengan temanku itu ‘kan, Oppa!” tawar Yong Na.

“Aku bisa mendekati Seum Mi tanpa bantuanmu.” Tolak Sungmin sambil tetap menarik Yong Na masuk kedalam lift. Yong Na semakin panik ketika lift itu bergerak naik. “Oppa, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan asalkan jangan menemui Kyuhyun. Apa kau mau sepatu kets pink lagi, atau topi pink, atau apapun yang bewarna pink, Oppa akan kuberikan padamu. Tapi lepaskan aku Oppa!”

Tapi Sungmin kebal terhadap rayuan Yong Na. Pintu lift terbuka dan Sungmin menarik Yong Na keluar. Jantung Yong Na semakin berdetak cepat. Dia seperti akan dihadapkan apa sesuatu hal yang mengerikan. “Oppa~ andwee…”

Sungmin membuka pintu apartemen dengan tangan kirinya karena sebelah tangannya  mengcengkram tangan Yong Na. Lalu menyeret Yong Na menuju ke kamarnya dan Kyuhyun melewati Yesung, Ryeowook dan Eunhyuk yang sedang bercengkrama di depan televisi. Trio itu terheran-heran melihat Sungmin yang menyeret-nyeret Yong Na.

“Ada apa itu?” tanya Ryeowook pada kedua Hyungnya. Ryeowook sedikit khawatir melihat Sung Min menyeret-nyeret Yong Na dengan kasar. Biarpun bagaimana pun Yong Na ‘kan wanita.

“Molla. Mungkin ada hubungannya dengan sikap Kyuhyun yang dingin belakangan ini.” Yesung mengangkat bahunya dan kembali menatap layar televise. Unyuk pun ikut mengangguk.

Dengan satu kali gerakan Sungmin membuka pintu kamar dan kembali menarik Yong Na masuk. Yong Na pun menyerah dan diam, jantungnya serasa berhenti berdetak ketika melihat sosok Kyuhyun. ‘Mati aku’, umpatnya dalam hati. Kyuhyun yang sedang melalum menatap keluar jendela langsung terlompat kaget. Namun, dia terlihat lebih terkejut ketika melihat orang yang dibawa Sungmin

“Oke. Sekarang selesaikan masalah bodoh kalian.” Sungmin melepaskan Yong Na dan keluar. Jika tadi Yong Na meronta-ronta meminta Sungmin melepaskannya, sekarang kelihatannya sebaliknya. Yong Na dengan gesit menarik ujung baju Sungmin sehingga Sungmin tertahan diambang pintu.

“Oppa, kau mau kemana?” tanya panik Yong Na,

“Aku tidak akan kemana-mana. Aku hanya ingin membiarkan kalian berdua dan menyelesaikan masalahmu.” Sungmin Oppa melepaskan pegangan Yong Na dan dengan cepat mengunci pintu itu dari luar.

“Oppa~~~~~…” Yong Na menjerit sambil menggedor-gedor pintu yang terkunci. Yong Na tidak berani membalikkan badannya menghadap Kyuhyun. Sementara air mata masih membayangi matanya, dia bertahan untuk tidak menangis.

“BaboYong,” mendengar panggilan itu Yong Na terdiam dan tidak lagi berusaha membuka pintunya. “Yong Na~ya,” Yong Na pun membalikkan badannya dan menatap Kyuhyun rindu. “Ternyata itu benar kau, aku kira aku bermimpi  sudah mendengar suaramu dan melihatmu.”

Akhirnya pertahanan Yong Na runtuh juga, air matanya menyeruak keluar dari pelupuk matanya. Dia merosot jatuh ke lantai dan menelungkupkan kepalanya diatas lututnya. Kyuhyun pun berjongkok  dan mengangkat wajah Yong Na yang penuh air mata.

“Aigoo, kenapa kau menangis!” Kyuhyun mengusap air mata Yong Na dengan tangannya. Tapi air mata Yong Na terus mengalir dan membuat Kyuhyun memeluk tubuh mungil Yong Na. Yong Na pun menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun. Wangi tubuh Kyuhyun menyambut hidung Yong Na. Wangi yang disukainya dari orang yang dicintainya. Wangi yang dirindukannya selama hampir 2 minggu ini

“Uljima. Kau terlihat jelek sekali kalau menangis. Bukankah BaboYong-ku adalah gadis yang kuat.” Hibur Kyuhyun sendiri padahal dia sendiri ingin sekali menangis.

Mendengar kata BaboYong-ku, Yong Na semakin merasa bersalah pada Kyuhyun. Ternyata Kyuhyun masih menganggap dia adalah miliknya. “Mianhae, Kyu. Jeongmal mianhae.”

“Merindukanku, gadis bodoh?” goda Kyuhyun. Yong Na mengangguk.

“Maafkan aku, Kyuu!”

Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya dan mencium puncak kepala Yong Na. Dia merasa nyaman sekali memeluk Yong Na. Seakan-akan beban yang selama ini ditanggungnya lenyap begitu saja. Orang yang dirindukannya selama 2 minggu kini ada di dalam pelukannya. Dia tidak ingin melepaskannya lagi. Walaupun gadis itu mencoba lari darinya.

“Seharusnya aku yang meminta maaf, YongNa~ya. Aku mungkin terlalu egois. Menuntutmu untuk selalu menuruti semua apa yang kuinginkan. Aku hanya takut kau meninggalkanku. Namun ternyata aku salah, sikapku itu malah membuatmu meninggalkanku.” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan mengelus pipi Yong Na. Dia mempuaskan dirinya untuk menatap wajah gadisnya setelah 2 minggu tidak melihatnya.

“Tidak, Kyu. Aku yang salah. Aku terlalu egois, tidak pernah memperdulikan perasaanmu. Aku juga sangat takut. Aku tidak cantik seperti Seohyun Eonni, Victoria Eonnie, ataupun Haneul Eonnie. Aku selalu berpikir untuk menyerah saja dan membiarkanmu mencari gadis lain yang lebih daripada aku.”

Kyuhyun tersenyum manis dan berkata, “Saat kau pergi, memang aku masih bisa bernafas. Aku masih bisa berjalan, makan, minum dan melakukan semua pekerjaanku. Aku masih bisa tidur setiap malam. Tapi, dibalik itu semua, aku tidak bisa apa-apa. Aku tidak bisa bernafas dengan benar, aku tidak bisa melakukan apapun yang kulakukan dengan benar. Makanan yang kumakan terasa hambar dan tidurku tidak pernah nyenyak. Karena satu-satunya orang yang membuatku merasa benar pergi meninggalkanku.”

“Memang kau tidak canti seperti Haneul, Seohyun, atau Victoria, tapi penampilan luar bukan yang aku inginkan. Cantik luar banyak, tapi yang memiliki kecantikan hati susah dicari. Dan mungkin aku salah satu yang beruntung, bisa mendapatkanmu yang kemiliki hati yang luar biasa indah. Hatimu yang membuatku tidak bisa melepaskan den lepas darimu.”

“Maka dari itu, tetaplah disampingku dan jangan pergi lagi. Walaupun kau merasa tidak nyaman atau tidak tahan bersamaku, jangan pergi. Karena kali ini aku tidak akan membiarkanmu pergi. Karena aku tidak pernah merasa benar-benar hidup, jika kau pergi. Dan kumohon satu hal, Yong Na~ya,” Kyuhyun berhenti sebentar untuk menarik nafas, “ Jangan pernah menyerah untuk mencintaiku, walaupun kau merasa putus asa. Karena aku akan selalu berada di dalam hatimu.

Yong Na kembali mengeluarkan airmatanya, kali ini dia menangis terharu mendengar kata-kata Kyuhyun. Kyuhyun juga kembali mendekap tubuh Yong Na. “Aigoo~ sejak kapan Yongie ku menjadi cengeng seperti ini. Wajahmu jelek seperti babi jika kau menangis. BaboYong-ku menangis!”

“Jangan mulai untuk mengejekku, aku lagi tidak mood untuk mengejekmu!” gumam Yong Na tak jelas. Kyuhyun tertawa. Sekarang dia benar-benar bahagia. Dia tidak sanggup berpikir bagaimana kehidupannya tanpa gadis yang kini berada di dalam pelukannya. Dan tia tidak ingin susah-susah memikirkannya karena bersama gadis inilah dia akan menghabiskan seluruh umurnya.

“Baiklah. Tapi ngomong-ngomong aku lapar. Apa pintunya masih terkunci?” tanya Kyuhyun bangkit dan mencoba membuka pintu. Yong Na pun berteriak, “Oppa, jika kau belum membuka pintunya, aku sungguh tidak akan membantumu mendekati Seum Mi!”

Sedetik kemudian pintu terbuka lebar. Di sana telah berdiri empat namja. “Oh betapa terharunya aku,” Eunhyuk langsung berpura-pura mengusap matanya. Sungmin, Yesung, dan Ryeowook langsung kabur seakan mengetahui apa yang akan dilakukan Yong Na setelahnya. Sedangkan Eunhyuk masih tertawa sambil memegangi perutnya.

“Teruslah tertawa, Oppa!” sahut Yong Na penuh arti. Eunhyuk yang mendengar nada sinis dari Yong Na langsung terdiam dan berlari. Yong Na langsung mengambil barang-barang yang berada disekitarnya dan meleparkannya ke arah Eunhyuk.

“Ah, dasar Unyuk mencari gara-gara dengan Gadis Iblis sama saja dengan cari mati,” Kyuhyun pun melesat ke dapur karena perutnya dari tadi minta diisi meninggalkan Eunhyuk dan Yong Na yang mengamuk.

“Yak, Yong na ah! Tapi kalian memang terlihat seperti di drama-drama. Penuh air mata!” sahut Eunhyuk jujur. “Tak ku sangka gadis Iblis sepertimu ternyata bisa juga menangis.”

“Mworago? Gadis Iblis?” Yong Na semakin sadis menyiksa Eunhyuk. “Aku juga manusia, tentu saja bisa menangis!”

Akhirnya Eunhyuk berhasil lepas dari cengkaraman Yong Na dan berlari masuk ke dalam kamarnya. Kasihan sekali.

 

KKEUT

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s