[Drabble] Fate

fate_will_find_a_way_quote_large

Author : peppergyu

Cast : Cho Kyuhyun

Disclamer : The story’s plot is mine and Cho Kyuhyun belong to God!

==

Angin sore itu berhembus dengan kencang, sehingga membuatku sedikit kedinginan. Terlebih lagi aku hanya menggunakan baju yang tidak cukup tebak untuk menghangatkan tubuhku di cuaca dingin seperti ini. Namun rasa dingin itu tidak begitu lama ku rasakan, karena sepasang lengan melingkar di pinggangku dan tubuhku tertarik sedikit ke belakang.

Kyuhyun memelukku dari belakang. Aku tidak perlu memastikan apakah orang yang memelukku ini adalah Kyuhyun. Karena aku sudah terlalu mengenal pemilik lengan ini. Lengan yang bisa membuatku hangat kembali hanya milik Kyuhyun.

Hangat. Itu yang selalu kurasakan ketika dia memelukku kapanpun seperti ini. Aku tidak pernah memintanya untuk memelukku. Sudah hampir tiga bulan aku mengenalnya. Berawal dari kecelakaan mobil yang menimpaku saat aku berkunjung Seoul, negara yang begitu ku kagumi.

Kyuhyun masuk kedalam ruang rawatku dengan senyuman yang membuatku sedikit merinding dan memperkenalkan dirinya sebagai dokter yang akan menanganiku sampai aku sembuh total.

Sayangnya, kecelakaan itu membuat hampir seluruh tubuhku remuk dan membuat tulangku patah disana sini. Bahkan untuk menggerakkan jari tanganku aku tak sanggup. Terpaksa membuatku harus tinggal dalam waktu panjang di rumah sakit hingga aku bisa kembali berdiri tegak dengan kakiku sendiri.

Dan entah sejak kapan, aku mulai melihat Kyuhyun bukan hanya sebagai dokter untukku. Tetapi sebagai teman. Aku adalah orang asing sehingga membuatku tidak mempunyai kerabat atau teman disini. Kyuhyun menawarkan pertemanan denganku hanya untuk mengusir sepiku. Dia benar-benar teman yang baik.

Perlahan rasa nyaman itu berkembang menjadi perasaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya. Perasaan bahwa aku membutuhkan dan menginginkannya untuk selalu berada di sampingku. Tidak hanya ketika dia memeriksa keadaanku, tidak hanya saat dia menemaniku agar aku tidak bosan, dan tidak hanya saat aku memanggilnya untuk mendorong kursi rodaku berjalan-jalan di taman rumah sakit.

Namun hari ini adalah hari terakhir aku berada dirumah sakit ini. Setelah tiga bulan menjalani perawatan, akhirnya tulang kaki dan beberapa tulang di seluruh bagian tubuhku bisa kembali ku gunakan tanpa rasa sakit lagi. Aku merasa sedih. Itu artinya aku harus meninggalkan Kyuhyun. Alasanku untuk tetap berada di sini sudah hilang.

Aku tidak pernah mengatakan bahwa aku mencintainya. Aku hanya membutuhkannya disisiku. Tapi aku tidak mempunyai hak untuk meminta agar dia berada disisiku semauku. Ataukah tanpa kusadari aku telah jatuh cinta pada dokter itu?

“Besok kau akan pulang.”

Kyuhyun menyandarkan kepalanya di atas bahu. Rambut coklatnya menusuk-nusuk leherku dan membuatku geli.

“Kyuhyun~ah, apa kau percaya takdir?” tanyaku penasaran.

“Hmm.”

“Jika kau percaya, dimasa depan nanti, ketika kita kembali bertemu tanpa disengaja berarti kita berdua sudah ditakdirkan oleh Tuhan.”

“Jadi? Kau tetap akan meninggalkanku?”

Kyuhyun mengeratkan pelukannya ketika angin kembali berhembus.

“Aku juga punya rumah, Cho Kyuhyun. Aku merindukan rumahku.” Aku menghela nafas pendek. “Aku ingin pulang.”

Walaupun Ibuku adalah orang yang paling menyebalkan menyangkut hidupku. Aku tahu dia melakukannya agar aku tidak berada di jalan yang salah. Hal itu kusadari ketika aku merenung sendirian di kamar rawatku. Terakhir kali aku berada di rumah 3 bulan yang lalu. Di saat aku terlibat pertengkaran dengan Ibuku dan memilih menenangkan diri di Seoul.

“Kau tidak ingin memberitahuku di negara apa kau tinggal?”

Aku tersenyum tipis. Aku merahasiakan tentang identitas diriku darinya. Aku juga tidak mengijinkannya untuk mencari tahu pada administrasi rumah sakit. Sekali lagi ku katakan, aku hanya ingin memastikan apakah dia adalah takdirku atau bukan.

“Kau akan tahu, jika kita memang ditakdirkan bersama.”

Kyuhyun mendengus. “Kau selalu berkata seperti itu. Baiklah, sudah hampir gelap. Kau harus kembali kekamarmu jika kau ingin pulang besok.”

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menggenggam tanganku serta tidak lupa dia melampirkan jaketnya di bahuku, sehingga aku tetap merasa hangat. Ada perasaan tidak rela saat tidak lagi kurasakan kulitnya menyentuhku.

“Sampai jumpa lagi, Cho Kyuhyun,” ucapku sebelum dia menghilang di balik pintu kamar rawatku. Karena esok aku tidak akan melihatnya lagi.

Dia tersenyum sebelum akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkanku sendiri.

KKEUT

15 Febuary 2013

10:10 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s